KOMBINASI FAKTOR RISIKO USIA IBU, JENIS PERSALINAN PERVAGINAM, DAN BERAT BADAN BAYI SEBAGAI MODEL PREDIKTOR KEJADIAN INKONTINENSIA URIN TIPE STRES PASCA-PERSALINAN PERVAGINAM PADA PRIMIPARA

Muhammad Zul Aziz

ABSTRAK
Inkontinensia urin (IU) adalah penyakit yang sangat mempengaruhi kualitas hidup, quality of life (QoL). Terdapat beberapa jenis IU, yang paling sering terjadi adalah inkontinensia urin tipe stres (IUS). Penanganan IUS tidak selalu mudah serta membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Insidensinya bervariasi disetiap daerah karena adanya perbedaan ras dan sering idak dilaporkan karena tidak jarang dianggap sebagai hal yang wajar. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk membuat model prediktor kejadian IUS pasca-persalinan pada wanita primipara
yang sederhana dengan pendekatan non-invasif.

Desain penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan metode potong lintang (cross sectional). Penelitian ini dilakukan selama bulan Juni hingga Oktober 2015. Subjek penelitian adalah wanita dengan paritas satu yang sebelumnya melahirkan pervaginam baik secara spontan ataupun persalinan buatan pervaginam mengeluh ataupun tidak mengeluh IUS, wanita tersebut telah melewati 40 hari masa nifas dan tidak lebih dari satu tahun. Alat bantu penelitian yang digunakan berupa kuesioner ICIQ (International Consultation on Incontinence Modular Questionnaire) yang telah diterjemahkan dan sudah dilakukan uji reliabilitas dan validitas. Dilakukan anamnesis terpimpin pada saat pengisian kuesioner ICIQ oleh peneliti.

Hasil uji statistik menunjukkan ketiga faktor risiko usia, jenis persalinan pervaginam dan berat badan bayi memiliki validitas dan spesifisitas yang baik untuk memprediksi kejadian IUS pasca-persalinan masing-masing berurutan dengan spesifisitas 67%, 26% dan 90% dan nilai sensitivitas 57%, 96% dan 61%.

Berdasarkan perhitungan ROC dan kurva AUC diperoleh cut of point ≥53 pada model skor prediktor kejadian IUS pasca-persalinan pada primipara memiliki risiko ≥60% untuk terjadinya IUS dengan sensitivitas 80,33% dan spesifisitas 79,92%, dengan demikian model skor prediktor tersebut cukup baik untuk diterapkan, dengan adanya model prediktor ini pada wanita yang dianggap berisiko untuk menderita IUS pasca-persalinan pervaginam dapat disarankan untuk melakukan latihan Kegel sehingga tidak terjadi IUS pasca-persalinan yang persisten.

Simpulan : Faktor risiko usia, jenis persalinan pervaginam dan berat badan bayi memiliki validitas dan spesifisitas yang baik untuk memprediksi kejadian IUS, sehingga kombinasi faktor risiko usia ibu, jenis persalinan pervaginam dan berat badan bayi dapat dijadikan sebagai model prediktor kejadian IUS pasca-persalinan
pada primipara dengan metode yang sederhana dan pendekatan yang non-invasif.

Kata kunci: Inkontinensia urin tipe stres, primipara, usia, berat badan bayi,
jenis persalinan, partus spontan, ekstraksi vakum, ekstraksi forsep, pascapersalinan, model prediktor kejadian IUS, latihan Kegel