PERBANDINGAN KADAR 25-HIDROKSI-VITAMIN D3 PADA SERUM KELOMPOK ENDOMETRIOSIS DAN NON-ENDOMETRIOSIS

Artha Falentin Putri Susilo, Wiryawan Permadi, Tono Djuwantono, Dini Hidayat

ABSTRAK

Endometriosis merupakan suatu masalah dalam kesehatan reproduksi yang terjadi pada 6-10% wanita usia reproduksi, 50-60% wanita remaja dengan nyeri pelvik kronis, dan lebih dari 50% wanita dengan infertilitas. Kerentanan terhadap endometriosis bergantung pada interaksi antara faktor imunitas, genetik, dan hormonal. Patogenesis endometriosis berkaitan dengan gangguan pada mekanisme imunologi dan respon inflamasi. Vitamin D merupakan regulator efektif pada sistem imun dan kejadian endometriosis berkaitan dengan adanya defek pada sistem imun. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perbedaan kadar 25-hidroksi-vitamin D3 pada serum kelompok endometriosis dan non-endometriosis.

Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan rancangan komparatif cross sectional. Subjek penelitian adalah wanita usia reproduksi yang menjalani prosedur laparotomi/laparoskopi yang memenuhi kriteria inklusi penelitian (n=75). Subjek penelitian dibagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok endometriosis (n=42) dan non-endometriosis (n=33). Pada kedua kelompok dilakukan pemeriksaan kadar serum 25-hidroksi-vitamin D3 kemudian diperiksa dengan metode Electro-chemiluminescence Immunoassay (ECLIA). Penelitian dilakukan di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung pada bulan November 2015 – Januari 2016.

Hasil penelitian menunjukkan kadar 25-hidroksi-vitamin D3 rata-rata pada kelompok endometriosis adalah 5,14±3,01 ng/ml, sementara pada kelompok non-endometriosis 9,12±5,81 ng/mL. Perbedaan kadar rata-rata 25-hidroksi-vitamin D3 pada kedua kelompok tersebut bermakna dengan nilai p < 0,001. Namun, tidak didapatkan korelasi antara kadar 25-hidroksi-vitamin D3 dengan derajat keparahan endometriosis.

Simpulan : Kadar 25-hidroksi-vitamin D3 pada kelompok endometriosis lebih rendah dibandingkan dengan kelompok non-endometriosis.

Kata kunci     : endometriosis, vitamin D, 25-hidroksi-vitamin D3