Faktor Risiko Penderita Prolapsus Organ Panggul terhadap Hiatus Genitalis, Panjang Total Vagina, dan Perineal Body

Benny Hasan Purwara,
Edwin Armawan,
R. M. Sonny Sasotya,
Eppy Darmadi Achmad

MKB, Volume 46 No. 1, Maret 2014

Abstrak
Prolapsus organ panggul (POP) merupakan kondisi yang umum pada perempuan usia lanjut.
Keluhannya bersifat prolapsus organ panggul (POP) merupakan kondisi umum bersifat progresif pada perempuan usia lanjut. Saat ini belum ada laporan mengenai hubungan antara komponen faktor risiko dan anatomi.
Penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko klinis POP serta pengaruhnya pada komponen anatomi penentu tahapan klinis kelainan tersebut. Penelitian dilakukan di Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Unpad/Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung periode Desember 2009–Mei 2010.
Limapuluh dua pasien POP dibagi menjadi dua kelompok yaitu 30 subjek POP tingkat III dan 22 POP tingkat I-II. POP berasosiasi signifian dengan usia, paritas, menopause, serta TSH. Usia ≥50 tahun (OR=0,08; 95% IK=0,018-0,333 versus <50 tahun), paritas ≥3 (OR=5,56; 95% IK=0,02-0,55 versus paritas <3), dan status menopause (OR=5,14; 95% IK=1,18-22,49 versus tidak menopause). Korelasi positif signifian panjang hiatus genitalis (HG) dengan usia (r=0,656) dan paritas (r=0,539). Ukuran perineal body (PB) korelasi negatif signifian dengan usia (r= -0,298) dan paritas (r=-0,335). Kelompok menopause menunjukkan peningkatan panjang HG dan penurunan ukuran PB yang signifian. Panjang PB meningkat signifian pada kelompok yang menerima TSH. Hubungan yang signifian antara panjang total vagina (PTV) dan faktor-faktor risiko hanya menemukan pemendekan PTV signifian pada usia >50 tahun.
Simpulan, usia, paritas, dan menopause merupakan faktor risiko kemungkinan POP serta mempunyai korelasi
dengan panjang GH dan PB dan progresivitas POP. [MKB. 2014;46(1):57–60]

Kata kunci
: Hiatus genitalis, panjang total vagina, perineal body, prolapsus organ panggul

Link